Wednesday, April 04, 2007

HALTE

masih ada ruang yang dapat kita jadikan taman bermain. mencipta kembali cita-cita atau meneruskan cita-cita lama agar terwujud. maujud dening illah saking sedoyo ulah lan polah. ada cahaya yang masih tersisa atau masih sembunyi dengan aroma surga dibalik api neraka. menepi bukan berarti benar-benar berhenti. sebuah halte. sejenak dan sejengkah waktu. teriris dengus nafas agar tak tersengal dengan sengau. ruang. meruang aku, kau, kami, kita, kamu, kalian, dia dan mereka.berada di mana?

Monday, August 21, 2006

SAJAK PENANTIAN SANG PENGELANA



aku mengeja dirimu dari sepotong langkah gelombang yang mimpi menemui pasir pantai.
melukis jejak-jejak kaki telanjang di lokananta.
hingga senyummu tak lekang walau malam mengundang deru kelam.
aku mengeja cinta dengan terbata, penantian sepenggal harapan tertetes dari suara hati.

Adinda......
langit malam tak pernah menjerit menyambut pagi.
ia akan terus terus menghitung bintang sebelum bintang ditelan cahaya matahari.

Adinda.......
suara deru gelombang akan tetap sama walau hari terus merangkak menuju sengkala waktu memusar nadinya.
begitupun aku.
merangkai harap walau sepenggal.
tak lekang walau harus menunggu.

Adinda.....
Aku menunggumu....

Malang, 20-08-2006/00:59:00

Monday, July 17, 2006

MARI MELUKIS SURGA

ARS Ilalang

aku ingin menulis surga dari bening bola matamu
dengan sajak-sajak yang teralir dari senyummu
dengan baitlarik mengelus halus rambutmu
di antara ruang penuh bunga
yang wanginya kau sebarkan
di seluruh bilik yang ada dihatiku
adinda, mari menari di ujung mimpi
agar surga benar adanya

Malang, 25-06-2006

AKULAH PEMIMPI ITU

ARS Ilalang

Aku memang seorang pemimpi
yang selalu mengimpikan kedamaian
di desing gelisah
merambati luap birahi matahari
mengelus rambut ibu yang mulai putih
yang tak beda dengan warna kafan
Aku memang seorang pemimpi
yang menunggang ombak
di lautan angkara
memegang tombak mata dua
untuk membunuh congkak dewa
yang mengumbar sabda
Aku ingin mimpi lagi
di pelukan mega

Malang, 29.04.06 - 06:16:00

Sunday, June 04, 2006

Puisi ARS Ilalang

EPISODE CERITA DI PELABUHAN SUNYI
ARS Ilalang

Wajahmu terkesiap di antara ngungun meranum rona. Iluminata menyibak wajah kelabu.Terangi setiap sudut-sudutnya.
Adalah labirin tak lagi sesat, tak lagi gelap.Episode cerita mulai digelar kembali.

Ranah menggerincing menalu lagu.
Indahnya merelung melindap mimpi.
Dendangnya tak terhenti.
Anak burung ajar bernyanyi.
Dengan decit nyaring menyambut matahari.
Wangi bunga yang kau mekarkan melelehkan embun.

Impian telah tersadar di awal pagi yang sibuk.
Wajahmu pun terlukis di serabut bengal gelisahku.
Aksara melarik namamu memahat dinding kalbu.
Rindang dan sejuk di pelabuhan sunyi.
Aku menunggu debur ombakmu yang tak meragu

Wednesday, March 08, 2006

PUISI-PUISI NH. PRASETYO

NALAWASA DAN NALASATYA ZAMAN MODERN
KARYA: N.H PRASETYO.

Dititipkan kepadamu semua keindahan alam ini
Juga kemulyaan budi pekerti
Namun hanya Nalasatya yang mampu merawatnya
Nalasatya yang polos dan lugu dan hanya berteman nalawasa
Layaknya kakanda sendiri
Nalawasa yang berakal kancil
Berteman dengan orang bernama Naladusta, bahkan
Hantupun Nalawasa kenal
Begitu hebatkah Nalawasa ? yang bisa melewati celah angin
Sekecil apapun?!
Nalasatya…. Nalasatya….
Kasihan kamu terfitnah Nalawasa
Tapi Raden Mas Ngabehi Wignyopradoto masih memiliki keadilan
Yang bisa menjaring angin
Sehingga Nalasatya terselamatkan dari penghancuran Nalawasa
Akhirnya Nalawasa dan Naladusta mendapat ganjaran dosanya.

KEMBALI
Karya; N.H PRASETYO.

Salam jumpa saudara-saudara
Kembalinya saya dalam pengasingan diri
Belum juga menemukan apa-apa
Yang seharusnya dimiliki jiwa sejati
Tetapi, ada sedikit cerita dalam pengasingan hati nurani manusia
Kepercayaan dan pendirian yang benar
Akan mengalirkan jiwa tulus yang berjalan meniti Cahaya Agung.


FILOSOFIS SEKALI HIDUP INI
KARYA N.H. PRASETYO

Seperti apa itu orang beriman
Seperti apa itu kesabaran
Seperti apa itu kebaikan
Seperti apa itu pengorbanan
Seperti apa itu kejujuran
Seperti apa itu semua yang berbau filosofis
Mungkin terlalu idealis buat manusia
Mungkin juga ada gunanya
Atau untuk kebaikan manusia itu sendiri ?!
Seperti cerita-cerita di dalam buku
Yang telah diceritakan kepada anak-cucu.


PAHLAWAN YANG DILUPAKAN
KARYA: N.H PRASETYO

Di dalam kabut kesuraman
“Istana Istambul gambaran semu”
yang nikmat di ceritakan
walau menyisakan kesenduan
Para “kesatria” melarikan diri
Dari kenikmatan istana sendiri
Yang dicari tak kunjung berarti
Walau luka menyayat jantung hati
Masih juga
Para “kesatria” melarikan diri
Demi sesuap nasi?
Atau “gengsi”
Atau……?
Para kesatria itu “pahlawan” yang terlupakan
Di buang kebekuan penghuni alam
Hidup
Merupakan bagian dari kejamnya kehidupan
Apakah istana
Sudah tidak ada yang di hasilkan
Untuk dimakan
Sudah matikah bumi Pertiwi
“Istana Istambul” pijakan kaki sendiri
Atau rumput tetangga lebih indah
Dari….?
“Istana…..sendiri” yang megah berseri.


BIOGRAFI PENULIS

NAMA: N.H PRASETYO.
ALAMAT:JL. SIDOSERMO Gg. 4/8C Wonokromo Surabaya.
Pernah membacakan semua karya puisi di Radio MCA (live, waktu masih di Jl. Gadung 3). Sekaligus menulis puisi untuk lomba baca puisi di radio tersebut yang di asuh oleh Mas Jojo Prakoso.
Masuk nominasi 10 besar lomba tulis puisi di Himpunan Penulis Penyair Dan Pengarang Nasional (HP3N) Di Malang.

Tuesday, February 28, 2006

SEMACAM ESSAY

WUJUD KEPEKAAN SOSIAL DENGAN KREATIVITAS
DALAM BERKARYA*)
A. Rego S Ilalang**)

SAAT ITU DAN NYATANYA SAAT INI

Arus globalisasi yang terus bergulir, liberalisasi perdagangan dengan perdagangan bebas seiring dengan perkembangan teknologi membawa perubahan peradaban manusia. Dengan proses pergerakan yang percepatannya tinggi. Banyak sekali kebudayaan yang masuk (diimpor dengan sengaja) ke negara yang sedang carut-marut perekonomiannya seperti Indonesia saat ini.
Menilik kenyataannya di mana budaya-budaya lokal termarginalkan dan kalah bersaing dengan budaya impor. Dari kondisi yang memprihatinkan itu selayaknya muncul kegelisahan untuk melakukan proses-proses menata ulang kembali dari pelaku-pelaku kesenian (praktisi) juga masyarakat secara keseluruhan. Sebagai wujud resistensi terhadap budaya-budaya asing yang deras menggelontor mengisi sisi-sisi dan ruang-ruang kehidupan bangsa ini. Memang tidak dapat dipungkiri perubahan harus terjadi. Secara nyata sekali dengan perubahan pola pikir masyarakat juga mempengaruhi kebiasaan-kecenderungan perilaku. Dalam hal ini kesenian juga tereduksi fungsinya hingga yang semula sebagai alat kontemplatif dan reflektif, sekarang hanya sebagai sekedar hobby dan klangenan sebagian kecil masyarakat serta hiburan untuk kebanyakan.
Kesenian secara keseluruhan menempati posisi alternatif untuk perubahan, kontemplatif, reflektif, rekreatif, informatif, edukatif, propagandis, klangenan dan unsur lainnya yang menjadi perilaku masyarakat dalam kehidupan. Disamping juga menjadi penanda budaya. Untuk lebih kreatif dan berwawasan lebih dengan apresiasi dan berkarya lewat kesenian. Di samping juga untuk ikut memberikan sumbangsih dalam membangun tatanan kehidupan.

Gajah dipelupuk mata tak tampak,
kuman di seberang lautan tampak.(Peribahasa)

Kesenian (teater, musik, tari, lukis, kerajinan, sastra, dll) selalu tidak terlepas dari apa yang didapatkan dalam keseharian pelakunya. Mulai dari apa yang dilihat, didengar dan dirasakan dari persoalan dan fenomena-fenomena sosial yang terjadi di masyarakat lingkungan sekitar. Untuk dapat membaca dan menginterpretasikan sebuah wacana yang berkembang (di lingkungan terdekat) dibutuhkan kemampuan intelektualitas, daya nalar, kepekaan sosial dalam kerangka empati. Seorang pelaku seni harus memiliki kemampuan interpretasi yang cukup untuk nantinya diimplementasikan dalam wujud karya seni. Karya seni tidak ada yang tidak menghasilkan apa-apa, kesenian memberi pengaruh eksplisit pada diri ataupun jiwa. Kesenian juga bukan sekadar media untuk menuangkan pemikiran, ide-ide kreatif, kegelisahan, dan ganjalan perasaan saja. Kesenian merupakan suatu karya refleksi dan kontemplatif sebagai alat pencurahan bagi manusia yang mau menorehkan sesuatu yang ada baik dalam rasa maupun pikirannya untuk menuju kesadaran.
Dan demikian karya adalah alat komunikasi antara pelaku kesenian dengan penikmat seni. Untuk bersama-sama memikirkan, menerjemahkan dan sedapat mungkin mencari solusi penyikapan terhadap fenomena-fenomena yang terjadi. Dengan pembongkaran orientasi sikap, pikiran, watak dan perilaku yang jelas membutuhkan keberanian dan kelegawaan mengakui kondisi kebudayaan bangsa saat ini sedang sekarat dan terjerat pada ruang-ruang yang linglung.
Menilik kehidupan dengan kompleksitasnya kesenian merupakan kebutuhan sebagai penyeimbang dan perimbangan hidup. Untuk memenuhi kebutuhan rekreatif dan membangun pola komunikasi antar individu dalam masyarakat.
Sering kali perubahan seiring perubahan jaman melupakan jati diri yang menjadi karakteristik bangsa. Terjadinya proses reduksi dari gencarnya seduksi tanpa disadari akan mempersempit ruang-ruang (kesenian). Akankah kita pasrah dan membiarkan itu terus terjadi?

IMAJINASI DALAM BERKARYA SENI
Ada istilah kontemplasi atau kontemplatif dalam kesenian (proses berkesenian). Yaitu perenungan atau pengendapan dari telaah teori, fraksis/realita dan imajiner (imajinasi). Imajinasi dalam telaahnya dibutuhkan kepekaan pandangan dan pemikiran serta daya intuitif untuk mencari solusi/resolusi dari permasalahan. Imajinasi sendiri bukanlah sesuatu yang dibuat-buat atau direka-reka “ala kadarnya” tanpa alasan logis. Tetapi yang dimaksud imajinasi di sini adalah kembaraan pikiran yang mempunyai kemampuan menembus batas ruang, waktu dan dimensional pikiran. Dalam berimajinasi, intelektualitas, intuisi/kepekaan dan pengalaman adalah mutlak adanya. Untuk menghadirkan hasil imajinasi yang mempunyai nilai tawar dan mempunyai kegunaan baik untuk diri sendiri maupun orang lain (jelas dalam wujud karya).
Pelaku seni tidak hanya pandai meniru saja. Tetapi harus kreatif menciptakan hal-hal baru yang inovatif. Serta juga mengenal lingkungan, relevansi dan korelasi kekinian serta aspek-aspek moral yang ada di tempat ia berada. Dimaksudkan agar kesenian tidak semakin ekslusif dan terpisahkan dari masyarakatnya. Karena semua yang dilakukan oleh pelaku kesenian berdasar dan bertanggungjawab tidak ngawur dan tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan baik secara intuitif juga secara logis.
Di samping itu untuk mewujudkan pencitraan, karakteristik dari pelaku dan kesenian itu sendiri. Kepekaan (daya intuitif) terhadap fenomena sosial yang terjadi sangat penting untuk membawa kesenian jadi up to date (tidak ketinggalan jaman), wajar, estetik dan artistik tanpa meninggalkan semangat lokalitas yang menjadi nilai-nilai kearifan.

*) Disampaikan di Latihan Kader Khusus II Se-Jawa Timur – LSMI HMI Cabang Malang
25 Juni 2005 di BLK Singosari Malang
**) A. Rego S Ilalang (Petani, Teaterawan dan Penyair)

PUISI-PUISI Dian Aristya Dewi

DIALOG DENGAN SAHABAT

katakan padaku
apa arti wajah kelabumu
tak biasa aku lihat wajahmu begitu
hei aku tak melihat senyummu hari ini
ke mana senyum yang aku suka?

apa yang membuat pias buram
menakik wajah
ketakutankah?
tak ada waktu meragu
jejakjajak kaki harus tetap menulis sejarah
di tiap tempias keringat, di tiap detak darah.

yakinlah….
aku selalu di sini
akulah yang pertama membuatmu berdiri ketika kau jatuh
akan kuberikan bahuku sebagai sandaranmu saat kau lelah
kuberikan tanganku untukmu

Tetaplah tegak dan tegar melangkah
Takkan kubiarkan kau keluarkan air mata
Tataplah matahari agar wajahmu tak lagi berkelambu

My room, Dec 28th 2k+4

BIARKAN AKU MENARI DALAM PENTASKU

biarkan aku berputar
melangkah dalam irama
meniti duniaku
menari dalam pentasku

senyumku hanya dalam relungku
biar hatiku bicara dalam bahasaku
tarianku akan bercerita padamu
bukan bayanganmu yang kubaca
bukan dirimu di bayanganku
aku bukan bayang-bayangmu

biarkan aku menari dalam pentasku

Mabes Kropel, May 2001

Biodata Penulis.
Nama : Dian Aristya Dewi
Panggilan : Tya
T.T.L : 15 April 1983
Hobby and interest : Travelling, nulis, italian league serie A (Milanisti), music
Pengalaman : i have worked as a journalist in Surabaya Post (1998-2001), some of my writing work are published there such as essay and poems. then i am the one of antologi penyair jawa timur 2004 contributor.
Fact : gw orangnya ya begini ini. gw paling gak suka basa-basi and rayuan-rayuna gombal, pel-pelan serbet de el el. orang panggil gw, si keras, soalnya gw gak suka mendem-mendem, ntar malah jadi sakit ya gak.well that's all about me.

Monday, February 13, 2006

GADIS HUJAN

Kaulah gadis hujan, hadir dengan senyum bumi. Merekah di setiap tetes-tetes air yang terkibas dari atap langit. Mengguyur menerjang gemuruh halilintar.

Kaulah gadis hujan dan hujan itu sendiri. Menggelontor pekat angkasa. Menyirami kerontang kemarau bumi.Membasuh dedaunan dari debu-debu menanda noda. Membilas udara dari logam berat berkarat di lapis-lapis atmosfir. Kaulah gadis hujan dan hujan itu sendiri.

Aku ingin menjadi air yang kau tabur hingga membasahi telapak tangan dan jari-jari lentikmu. Juga membasuh rambutmu mengelus dengus nafasmu. Meraba setiap lekuk indah meranum tubuhmu. Hingga kau bersetubuh dengan bumi kembali dan bumi tak berlinang air mata lagi.

Kau gadis hujan di bawah guyur hujan. Hadir dengan senyum bumi.

Kavling 10 Malang, 05-02-2006 22:22:00